Prinsip Metode Uji Angka Lempeng Total Aerob Mesofilik
Angka Lempeng Total atau ALT yang secara internasional dikenal sebagai Total Plate Count merupakan metode enumerasi kuantitatif mikroorganisme aerob mesofilik yang paling luas diaplikasikan di laboratorium mutu pangan dan farmasi industri. Prinsip pengujiannya didasarkan pada asumsi biologis bahwa setiap sel mikroba hidup yang mampu berkembang biak akan tumbuh membentuk satu koloni tunggal yang kasat mata pada media agar padat Plate Count Agar setelah masa inkubasi terkontrol secara aseptis.
Metode Pengenceran Desimal Bertingkat Serial Dilution
Karena kepadatan mikroba pada sampel alami seringkali sangat tinggi dan tidak dapat dihitung langsung, preparasi sampel dilakukan melalui teknik pengenceran desimal bertingkat menggunakan larutan pengencer steril seperti Buffered Peptone Water. Pengenceran dilakukan secara berurutan mulai dari sepuluh pangkat minus satu hingga sepuluh pangkat minus enam guna menguraikan konsentrasi mikroba ke tingkat yang terhitung.
Kriteria Batas Sah Hitungan Cawan Petri Rentang 25 hingga 250
Berdasarkan standar internasional SNI ISO 4833, cawan petri yang dianggap valid untuk dihitung adalah cawan yang memuat koloni antara dua puluh lima hingga dua ratus lima puluh koloni, atau tiga puluh hingga tiga ratus koloni pada metode BAM FDA. Cawan dengan koloni di bawah dua puluh lima dianggap tidak valid secara statistik deviasi, sedangkan cawan di atas dua ratus lima puluh diklasifikasikan sebagai terlalu padat untuk dihitung.
Perbedaan Metode Tuang Pour Plate vs Metode Sebar Spread Plate
Inokulasi kultur mikrobiologi dapat dilakukan dengan metode cawan tuang atau metode cawan sebar. Pada metode cawan tuang, satu mililiter inokulum dicampur langsung dengan media agar cair bersuhu empat puluh lima derajat Celcius sebelum memadat. Pada metode cawan sebar, nol koma satu mililiter inokulum disebarkan merata di atas permukaan agar kering menggunakan batang gelas bengkok steril.
Pengendalian Kontaminasi Silang dan Penggunaan Cawan Kontrol
Pengujian mikrobiologi wajib menyertakan cawan kontrol sterilitas media dan kontrol lingkungan kerja laminar air flow. Media agar tanpa inokulum yang diinkubasi bersama sampel harus tetap steril sempurna tanpa pertumbuhan satu koloni pun. Keberadaan koloni pada cawan kontrol membuktikan terjadinya kontaminasi silang reagen yang membatalkan seluruh keabsahan hasil pengujian laboratorium hari tersebut.
Penanganan Koloni Menyebar Spreader pada Permukaan Cawan
Bakteri jenis tertentu seperti Bacillus sp. memiliki mobilitas flagela tinggi yang kerap membentuk koloni menyebar atau spreader berbentuk rantai cabang di atas permukaan agar. Jika koloni spreader menutupi lebih dari seperempat luas cawan petri, cawan tersebut harus didiskualifikasi dari perhitungan matematis dan digantikan oleh data cawan replikasi duplo lainnya yang bersih.
Pencatatan Hasil dan Pelaporan Satuan Colony Forming Units
Hasil akhir perhitungan wajib dilaporkan dalam satuan Colony Forming Units atau CFU per gram untuk sampel padat, atau CFU per mililiter untuk sampel cair. Angka dilaporkan dengan dua angka penting signifikan diikuti notasi ilmiah perpangkatan sepuluh guna mencerminkan tingkat ketidakpastian analitis laboratorium mikrobiologi sesuai kaidah ISO 17025.
Evaluasi Kepatuhan terhadap Batas Cemaran Maksimum BPOM
Angka ALT yang diperoleh dibandingkan langsung dengan tabel batas maksimal cemaran mikroba dalam Peraturan BPOM Nomor 13 Tahun 2019 tentang Batas Maksimal Cemaran Mikroba dalam Pangan Olahan. Sampel pangan yang memiliki nilai ALT melampaui ambang batas regulasi mengindikasikan rendahnya sanitasi kebersihan bahan baku mentah, sanitasi ruang produksi pabrik yang tercemar, kegagalan rantai pendingin cold chain, atau masa kedaluwarsa produk yang telah habis.