Kalkulator Tarif Jasa Freelance & Nilai Per Jam
Hitung berapa tarif ideal jasa Anda per jam dan per proyek berdasarkan target penghasilan bersih bulanan, biaya operasional, dan jam kerja produktif.
Kesalahan umum freelancer dalam menentukan harga
Banyak freelancer pemula membagi target penghasilan dengan 160 jam (asumsi 40 jam x 4 pekan seperti karyawan kantoran biasa). Perhitungan ini keliru fatal karena seorang freelancer tidak bisa menagihkan 100% jam kerjanya ke klien. Waktu untuk mengirim proposal, pitching, revisi awal, menata pembukuan, dan belajar skill baru adalah jam non-billable. Menentukan tarif per jam berdasarkan 20-25 jam billable per pekan adalah cara realistis menjaga kesehatan arus kas usaha freelance Anda.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa persentase jam kerja yang benar-benar billable?
Rata-rata pekerja lepas penuh waktu memiliki jam produktif yang dapat ditagihkan (billable hours) berkisar 20 hingga 25 jam per pekan. Sisa waktu terpakai untuk komunikasi klien, revisi, administrasi, dan pemasaran.
Mengapa tarif per jam harus lebih tinggi dari gaji karyawan tetap?
Pekerja lepas menanggung sendiri biaya asuransi kesehatan (BPJS), tunjangan hari raya (THR), cuti tahunan, biaya sewa tempat/listrik/internet, serta penyusutan alat kerja dan komputer.
Kapan sebaiknya menggunakan tarif per proyek vs per jam?
Gunakan tarif per jam untuk proyek konsultasi atau lingkup kerja yang belum jelas batasannya. Gunakan tarif per proyek (fixed-fee) untuk proyek yang memiliki spesifikasi deliverable yang jelas dan terdefinisi.