Konverter Satuan Luas Tanah Tradisional & Modern
Konversi ukuran tanah m², Are, Hektar, Ru, Bata, Tumbak, Anggar, Bahu, Rantai, dan Acre secara instan dan akurat.
Mengenal satuan luas tanah tradisional di Nusantara
Sebelum sistem metrik internasional (SI) diadopsi secara resmi oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN), masyarakat kepulauan Nusantara menggunakan satuan pengukuran tanah tradisional berdasarkan tradisi pertanian dan perkebunan turun-temurun:
- Ru / Bata (Jawa Tengah & Jawa Timur): Standar 1 Ru adalah luas petak tanah seluas 1 tumbak persegi (panjang 3,75 meter x lebar 3,75 meter) yang menghasilkan 14,0625 m². Dalam transaksi jual-beli pedesaan, sering kali disepakati pembulatan praktis menjadi 14 m².
- Tumbak (Tanah Pasundan / Jawa Barat): Sama dengan 1 Ru, yakni berkisar 14 m² hingga 14,06 m². Satuan ini masih sangat aktif dicantumkan pada surat girik, leter C, dan akta jual beli tanah adat.
- Rantai (Sumatera): Berakar dari ukuran rantai ukur perkebunan sawit dan karet kolonial Belanda dan Inggris, di mana 1 Rantai didefinisikan sebagai 20 meter x 20 meter atau 400 m². Satu hektar setara dengan 25 rantai.
- Bau / Bahu: Satuan tanah pertanian besar tradisional Jawa yang setara dengan 500 Ru atau sekitar 7.096,5 m² (mendekati 0,71 hektar).
Pertanyaan yang sering diajukan
1 Ru berapa meter persegi?
Di Jawa Tengah dan Jawa Timur, 1 Ru (atau Bata) setara dengan 14,0625 m² (berdasarkan ukuran petak 3,75 meter x 3,75 meter) atau dibulatkan menjadi 14 m² dalam hitungan praktis.
Apa bedanya Ru, Bata, dan Tumbak?
Secara ukuran luas, Ru (Jawa Tengah/Jatim), Bata (Jawa Tengah/Cirebon), dan Tumbak (Jawa Barat/Sunda) mengacu pada ukuran yang sama, yaitu berkisar antara 14 m² hingga 14,0625 m².
1 Rantai di perkebunan Sumatera berapa meter persegi?
Ukuran 1 Rantai yang lazim digunakan di perkebunan Sumatera Utara dan Riau adalah 400 m² (berdasarkan ukuran rantai ukur 20 meter x 20 meter).