Kalkulator Zakat Perdagangan (Zakat Tijarah)
Simulasi zakat perniagaan untuk pengusaha toko, e-commerce, grosir, dan UMKM: hitung modal kerja bersih yang wajib dizakati 2,5% dengan tolok ukur nisab emas.
Total Aset Lancar Usaha—
Aset Bersih Perniagaan (Aset Lancar - Utang Jatuh Tempo)—
Batas Minimal Wajib Zakat (Nisab 85g Emas)—
Status Kewajiban Zakat Perniagaan—
Besaran Zakat Perdagangan yang Wajib Dikeluarkan (2,5%)—
Dasar Regulasi: Peraturan BAZNAS No. 1 Tahun 2024 dan UU No. 23 Tahun 2011
Aturan Berlaku Sejak: 1 Januari 2024
Status Peninjauan: Belum ditinjau profesional
Tips Praktis: Valuasi Persediaan & Piutang Dagang yang Tepat
Prinsip Syariat: Zakat perdagangan dikeluarkan setahun sekali (mencapai haul 1 tahun buku) untuk membersihkan harta perniagaan dan mendatangkan keberkahan pada omzet usaha Anda.
- Barang Rusak / Kedaluwarsa (Write-Off): Barang yang rusak, cacat, atau kedaluwarsa yang tidak laku dijual dikeluarkan dari nilai persediaan (tidak perlu dihitung).
- Piutang Macet: Jangan masukkan piutang yang macet atau diragukan pembayarannya ke dalam komponen zakat. Jika suatu saat piutang tersebut berhasil tertagih, baru dikeluarkan zakatnya pada tahun penerimaan.
- Penyaluran Resmi: Penyaluran zakat melalui BAZNAS atau Lembaga Amil Zakat (LAZ) resmi dapat diterbitkan bukti potong zakat yang secara hukum sah sebagai pengurang penghasilan bruto pajak penghasilan usaha (UU No. 23/2011).
Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana rumus menghitung zakat perniagaan usaha?
Rumus zakat perniagaan yang disepakati para ulama dan BAZNAS adalah: (Kas & Bank Usaha + Nilai Persediaan Barang Dagang + Piutang Lancar yang Bisa Dicairkan - Utang Jatuh Tempo) x 2,5%.
Apakah aset tetap seperti ruko, etalase, dan kendaraan dinas ikut dizakati?
Tidak. Zakat perniagaan hanya dikenakan pada aset lancar yang berputar untuk diperjualbelikan. Aset tetap yang dipakai untuk operasional (ruko, mesin, rak, kendaraan inventaris) bebas dari zakat perniagaan.
Bagaimana menilai harga stok barang dagangan?
Persediaan dinilai berdasarkan harga pokok perolehan (harga modal beli grosir hari ini), BUKAN harga jual konsumen yang sudah mengandung keuntungan.