Poveku

Kalender Hijriah & Konversi Tanggal Masehi ke Hijriah Online

Konversi tanggal Masehi ke Hijriah dan sebaliknya secara otomatis, kalender bulanan interaktif dengan penyesuaian hisab/rukyat Kemenag RI, serta jadwal hari besar Islam.

Hasil Penanggalan Hijriah
—
Hari & Pasaran Jawa:—
Jumlah Neptu:—
Keterangan Peringatan:—

Tabel Hari Besar & Peringatan Islam Sepanjang Tahun

Acuan tanggal penting dalam kalender Hijriah yang diperingati umat Islam di Indonesia:

Tanggal HijriahNama Peringatan / Hari RayaSignifikansi Ibadah
1 MuharramTahun Baru Islam (Hijriah)Awal tahun penanggalan Islam, hari libur nasional
10 MuharramHari AsyuraSunnah puasa Asyura dan Tasu'a (9-10 Muharram)
12 Rabi'ul AwwalMaulid Nabi Muhammad SAWPeringatan kelahiran Rasulullah SAW, libur nasional
27 RajabIsra Mi'raj Nabi Muhammad SAWPeringatan perintah sholat lima waktu, libur nasional
1 RamadanAwal Ibadah Puasa RamadanKewajiban puasa sebulan penuh bagi kaum beriman
17 RamadanNuzulul Qur'anPeringatan turunnya ayat-ayat pertama Al-Qur'an
1 SyawwalHari Raya Idul FitriHari kemenangan selepas puasa Ramadan, sholat Idul Fitri
9 DzulhijjahHari ArafahPuncak ibadah haji, sunnah puasa Arafah
10 DzulhijjahHari Raya Idul AdhaPenyembelihan hewan kurban, sholat Idul Adha
11 - 13 DzulhijjahHari TasyrikMelontar jumrah bagi jamaah haji, hari tasyrik kurban

Karakteristik Penanggalan Hijriah vs Penanggalan Masehi

Kalender Hijriah (qamariyah) mendasarkan penentuan waktu pada peredaran bulan mengelilingi bumi (fase sinodis bulan), sedangkan kalender Masehi (syamsiyah) mendasarkan penanggalannya pada revolusi bumi mengelilingi matahari.

Satu siklus bulan sinodis berlangsung sekitar 29.53059 hari, sehingga panjang satu bulan dalam kalender Hijriah bergantian antara 29 hari dan 30 hari. Tidak ada bulan yang berdurasi 28 atau 31 hari seperti pada kalender Gregorian. Akibatnya, satu tahun Hijriah berlangsung selama 354 hari (atau 355 hari pada tahun kabisat), berselisih sekitar 11 hari lebih cepat dibanding tahun Masehi.

Kriteria MABIMS dalam Penentuan Hilal di Indonesia

Kementerian Agama Republik Indonesia bersama menteri-menteri agama negara anggota MABIMS (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) menyepakati kriteria baru penentuan awal bulan Hijriah sejak tahun 2022. Kriteria tersebut menetapkan bahwa hilal dinyatakan dapat diamati (imkanur rukyat) jika:

  1. Ketinggian hilal: Minimal 3 derajat di atas ufuk saat matahari terbenam.
  2. Sudut elongasi: Minimal 6.4 derajat antara matahari dan bulan.

Jika kedua parameter tersebut belum terpenuhi saat sidang isbat, maka bulan yang sedang berjalan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal), sehingga 1 hari berikutnya menjadi tanggal 30 dari bulan tersebut, bukan tanggal 1 dari bulan baru.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana konversi tanggal Masehi ke Hijriah dihitung?

Konversi menggunakan algoritma kalender hisab qamariyah tabular (Kuwaiti algorithm) berbasis Julian Day Number yang memetakan siklus 30 tahun kalender Hijriah (11 tahun kabisat 355 hari dan 19 tahun basithah 354 hari). Untuk akurasi penanggalan Kementerian Agama RI, tersedia slider koreksi hisab/rukyat (+-1 hingga +-2 hari).

Mengapa tanggal Hijriah di Indonesia kadang berselisih 1 hari antar ormas atau negara lain?

Kalender Hijriah bergantung pada penampakan bulan sabit muda (hilal). Perbedaan metode hisab (seperti Hisab Hakiki Wujudul Hilal) dan metode rukyat (Rukyatul Hilal dengan kriteria imkanur rukyat MABIMS: tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6.4 derajat) dapat menyebabkan perbedaan penetapan awal bulan hijriah.

Berapa jumlah hari dalam kalender Hijriah setiap tahunnya?

Satu tahun Hijriah terdiri dari 12 bulan qamariyah dengan total 354 hari pada tahun biasa (basithah) atau 355 hari pada tahun kabisat. Karena lebih pendek 10 hingga 12 hari dibanding kalender Masehi (365 hari), hari raya Islam selalu bergeser lebih awal setiap tahun Masehi.

Algoritma konversi: Julian Day Number & Hisab Falakiyah Qamariyah. Diperbarui Sabtu, 31 Oktober 2026.