Dua cara menghitung bunga cicilan
Penawaran kredit kendaraan hampir selalu menyebut satu angka bunga di brosur. Angka itu bisa dihitung dengan dua cara yang hasilnya sangat berbeda. Pada bunga flat, bunga dihitung dari pokok pinjaman awal selama seluruh tenor, meskipun pokok yang Anda tanggung terus berkurang setiap kali membayar cicilan. Pada bunga efektif (sering disebut anuitas), bunga dihitung dari sisa pokok yang belum dibayar, sehingga bunga per bulan mengecil seiring pokok yang turun.
Contoh yang dipakai di seluruh artikel ini adalah angka ilustrasi: pokok pinjaman Rp120.000.000 (harga kendaraan dikurangi uang muka), tenor 36 bulan, bunga flat 5% per tahun. Bunga totalnya Rp120.000.000 x 5% x 3 tahun, yaitu Rp18.000.000. Total yang dibayar menjadi Rp138.000.000, dan cicilan per bulan Rp138.000.000 dibagi 36, yaitu Rp3.833.333.
Angka 5% itu terdengar kecil. Namun sejak cicilan pertama Anda sudah mengembalikan sebagian pokok, sedangkan bunganya tetap dihitung seolah Rp120.000.000 masih utuh. Itulah sebabnya angka flat tidak bisa dibandingkan langsung dengan angka efektif.
Mengubah bunga flat menjadi bunga efektif
Untuk membandingkan, cari bunga efektif yang menghasilkan cicilan yang sama. Pada pokok Rp120.000.000 dengan cicilan Rp3.833.333 selama 36 bulan, bunga efektif setaranya adalah sekitar 9,31% per tahun. Hampir dua kali lipat dari angka flat 5%. Tabel berikut memperlihatkan pola yang sama pada beberapa kombinasi (angka ilustrasi, pokok Rp120.000.000):
| Bunga flat | Tenor | Cicilan per bulan | Total bunga | Bunga efektif setara |
|---|---|---|---|---|
| 5% | 24 bulan | Rp5.500.000 | Rp12.000.000 | 9,32% |
| 5% | 36 bulan | Rp3.833.333 | Rp18.000.000 | 9,31% |
| 5% | 48 bulan | Rp3.000.000 | Rp24.000.000 | 9,24% |
| 6% | 36 bulan | Rp3.933.333 | Rp21.600.000 | 11,08% |
| 7% | 36 bulan | Rp4.033.333 | Rp25.200.000 | 12,83% |
Dua hal terlihat dari tabel. Pertama, bunga efektif setara kira-kira hampir dua kali bunga flat, dan perkiraan kasar ini cukup untuk menyaring penawaran yang terlalu mahal. Kedua, bunga flat yang sama pada tenor lebih panjang membuat total bunga membengkak, karena bunga dihitung per tahun dikalikan jumlah tahun.
Membandingkan dua penawaran secara adil
Misalkan dealer menawarkan bunga flat 5% dan sebuah bank menawarkan bunga efektif 9%, keduanya untuk pokok Rp120.000.000 dan tenor 36 bulan. Sekilas 5% tampak menang. Hitungannya menunjukkan sebaliknya:
| Penawaran | Cicilan per bulan | Total bunga | Total dibayar |
|---|---|---|---|
| Dealer, flat 5% | Rp3.833.333 | Rp18.000.000 | Rp138.000.000 |
| Bank, efektif 9% | Rp3.815.968 | Rp17.374.845 | Rp137.374.845 |
Penawaran bank lebih murah Rp17.365 per bulan, atau Rp625.155 selama tenor. Selisihnya kecil karena 9,31% dan 9% memang berdekatan. Perbedaan baru terasa besar kalau flat naik ke 6% atau 7%. Kuncinya satu: ubah semua penawaran ke bunga efektif, atau bandingkan total bayar dan cicilan bulanan dengan pokok dan tenor yang sama.
Anda tidak perlu menghitung manual. Kalkulator cicilan bunga flat vs efektif menerima pokok, tenor, dan bunga flat, lalu menampilkan bunga efektif setara serta cicilan dari penawaran efektif pembanding.
Mengapa pelunasan lebih awal tidak sehemat yang dikira
Dengan cicilan Rp3.833.333 dan bunga efektif setara 9,31%, hitung kondisi setelah 12 kali membayar. Total yang sudah keluar Rp46.000.000. Dari jumlah itu, sekitar Rp9.647.300 adalah bunga dan sisanya, sekitar Rp36.352.700, mengurangi pokok. Sisa pokok Anda masih sekitar Rp83.647.300, bukan Rp80.000.000 seperti dugaan sederhana bahwa dua pertiga tenor tinggal.
Bunga di awal tenor lebih besar daripada porsi bunga flat yang rata, yaitu Rp6.000.000 per tahun. Karena itu kalau Anda berniat melunasi lebih cepat, jangan menghitung dengan membagi total bunga rata per bulan. Minta perusahaan pembiayaan menyebutkan nilai pelunasan, termasuk penalti dan cara mereka menghitung sisa bunga, sebelum Anda menandatangani akad.
Biaya lain yang perlu masuk hitungan
Bunga hanya sebagian dari biaya kredit. Tanyakan dan catat hal berikut, lalu masukkan ke perbandingan:
- Biaya administrasi dan provisi, biasanya dibayar di awal atau ditambahkan ke pokok.
- Asuransi kendaraan dan asuransi jiwa kredit, termasuk apakah premi dibayar sekaligus atau dicicil.
- Denda keterlambatan per hari dan aturan pelunasan dipercepat.
- Biaya fidusia, pajak, dan biaya pengurusan dokumen.
Setelah semua biaya terkumpul, hitung total yang benar-benar keluar dari kantong Anda selama tenor, lalu bagi dengan jumlah bulan. Angka itulah yang perlu muat di anggaran bulanan. Kalau Anda menjalankan usaha dan kendaraan dipakai untuk operasional, masukkan cicilan itu ke arus kas usaha supaya tidak tercampur dengan uang pribadi.
Daftar periksa sebelum menandatangani akad
Sebelum menyetujui penawaran, mintalah simulasi tertulis dari penyedia kredit dan cocokkan dengan hitungan Anda sendiri. Pertanyaan berikut membantu menghindari kejutan di kemudian hari:
- Berapa pokok pinjaman yang dihitung: harga kendaraan dikurangi uang muka, atau sudah termasuk biaya lain yang ikut dikreditkan?
- Apakah bunga yang disebutkan flat atau efektif, dan berapa bunga efektif setaranya?
- Berapa total yang dibayar sampai lunas, termasuk asuransi dan biaya administrasi?
- Apa konsekuensi telat bayar satu atau dua kali, dan bagaimana denda dihitung?
- Berapa nilai pelunasan pada bulan ke-12 dan ke-24, dan apakah ada penalti pelunasan dipercepat?
Jangan memutuskan hanya dari besar cicilan bulanan. Tenor yang diperpanjang membuat cicilan terasa ringan, tetapi pada contoh tabel di atas, memperpanjang tenor dari 24 ke 48 bulan menaikkan total bunga dari Rp12.000.000 menjadi Rp24.000.000 pada pokok yang sama. Pilih tenor sependek yang masih nyaman untuk anggaran Anda.
Jika penawaran pertama terasa mahal, bandingkan setidaknya dua penyedia lain. Selisih satu atau dua poin bunga efektif pada pokok ratusan juta rupiah mudah mencapai jutaan rupiah selama tenor.



